Budidaya Ikan Lele Menggunakan Kolam Dan Terpal

101 views

Belakangan ini budidaya lele banyak diminati oleh banyak kalangan orang. Hal ini membuktikan kalau sebagian orang sudah mulai melirik peluang usaha budidaya ikan lele. Namun terkadang cara yang dilakukan untuk budidaya tersebut terbilang asal asalan sehingga hasil yang didapatkan tidak maksimal. Untuk memperoleh hasil yang maksimal memang diperlukan cara yang tepat serta dukungan alat dan bahan yang memadai.

 

Budidaya Ikan Lele Menggunakan Kolam dan Terpal

 

Ikan lele tidak mengenal musim, sehingga kapanpun bisa dilakukan proses budidaya dengan mudah. Namun tetap pada ketentuan dan cara yang direkomendasikan agar mendapatkan hasil yang maksimal. Di dalam prakteknya, proses budidaya ikan lele membutuhkan beberapa tahapan, yang diantaranya:

  1. Persiapan kolam

Kolam yang bisa dipakai untuk pembudidayaan bisa dengan kolam semen ataupun kolam terpal. Semua mempunyai kekurangan dan kelebihan. Untuk kolam yang menggunakan semen memang lebih kokoh dan tahan lama, sedanglkan kolam yang menggunakan terpal kurang kuat dan hanya mampu digunakan untuk beberapa kali panen saja. Untuk kolam yang menggunakan terpal, bagian dalam dicuci terlebih dahulu untuk menghilangkan bau lem serta bahan kimi yang menempel di terpal yang dapat membunuh benik ikan lele. Ukuran yang digunakan disesuaikan dengan banyaknya benih yang akan di budidayakan. Untuk ukuran air, kolam dapat diisi dengan 20 cm air dan kemudian di diamkan selama satu minggu agar ditumbuhi lumut dan untuk pertumbuhan fito plankton.

Setelah ikan mulai dewasa, kemudian ditambahkan air lagi hingga mencapai 80 cm. Sebelumnya air yang ditinggallkan selama satu minggu diberi daun daunan seperti daun singkong, daun pepaya ataupun daun pepaya agar air berwarna hijau. Hal ini bertujuan untuk mengurangi bau kolam dalam proses penguapan.

  1. Persiapan pakan

Memberi makan ikan lele dilakukan sebanyak 3 sampai 4 kali sehari, yaitu pada jam 7 pagi, jam 5 sore serta jam 10 malam sesuai dengan kebutuhan pakan ikan. Pakan yang diberikan dalam bentuk sentrat ikan 781-1 karena didalamnya sudah mengandung 35% protein, 10-16% lemak serta 15-25% vitamin dan mineral. Pemberian pakan juga tidak boleh berlebihan karena sisa-sisa pakan dapat mnimbulkan penyakit.

  1. Pemilihan bibit

Bibit yang dipakai tentu bibit unggul yang sudah di pilih terlebih dahulu. Ciri-ciri bibit ikan lele yang unggul adalah gesit, lincah, memiliki warna lebih terang serta ukuran sama rata.

  1. Pemijahan

Proses pemijahan dapat dilakukan dengan mudah, yaitu dengan menyiapkan ember yang diisi dengan air kolam yang akan dijadikan tempat budidaya. Kemudian masukan benih kedalam ember tersebut selama 30 menit. Hal ini bertujuan agar benih ikan menyesuaikan diri dengan air kolam yang akan ditabur benih tersebut.

  1. Perawatan

Seiring dengan berjalanya proses budidaya, air dalam kolam akan terus berkurang akibat penguapa. Jadi pengaturan air kolam disarankan dengan ketinggian 20 cm pada bulan pertama, 40 cm pada bulan kedua serta 80 cm pada bulan ketiga. Kualitas air yang bagus untuk ikan lele adalah berwarna hijau. Karena lele termasuk ikan lumpur.

  1. Panen.

Biasanya ikan lele bisa dipanen setelah berumur 90 hari ataupun ketika air kolam sudah berubah warna menjadi warna merah. Proses pemanenan dilakukan dengan menyortir ikan yang sudah layak di konsumsi, atau sekita 4-5 ekor per kilonya.

Sebenarnya proses budidaya yang diakukan cukup mudah, namun memang diperlukan ketelatenan dan kesabaran untuk hasil yang maksimal karena ikan lele termasuk jenis ikan yang tidak cengeng. Asalkan ada kolam serta pakan yang cukup, ikan lele sudah bisa hidup, tergantung bagaimana kita merawatnya agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

Tags: #perikanan