Cara Budidaya Ikan Nila Bagi Pemula

75 views

Cara Budidaya Ikan nila Bagi Pemula - Salah satu ikan yang banyak diminati konsumen adalah ikan nila. Nilai ekonomis yang tidak terlalu tinggi namun memiliki rasa yang dapat diterima lidah orang indonesia salah satu penyebab ikan nilai banyak dibudidayakan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Target pasar ikan nila meliputi konsumsi pribadi, warung makan pinggiran hingga restoran dan supermarket. Cara budidaya ikan nila juga tidak terlalu susah, namun juga tidak bisa dianggap sepele.

Cara Budidaya Ikan nila Bagi Pemula

Cara Budidaya Ikan nila Bagi Pemula

Ikan nila merupakan jenis ikan omnivora, yaitu pemakan segalanya. Jadi dalam proses budidayanya tidak terlalu dipusingkan dalam urusan pakan. Ikan nila hidup pada air dengan suhu sekitar 25 derajat celcius sampai 30 derajat celcius. Untuk itu kolam yang disediakan harus terjaga temperatur airnya.

Kami juga merekomendasikan anda untuk membaca Cara Menanam Kangkung Hidroponik Dengan Media Baskom

Tidak seperti ikan lele, kadar protein untuk pakan ikan nila sekitar 25%. Sumper protein yang digunakan biasanya berasal dari pelet ikan.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam budidaya ikan nila bagi pemula adalah sebagai berikut.

  1. Benih ikan nila

Ikan nilai merupakan salah satu jenis ikan yang paling gampang melakukan perkawinan. Untuk itu tidak terlalu sulit untuk menemukan bibit ikan nila. Namun ikan nila jantan pertumbuhanya 40% lebih cepat dibandingkan ikan nila betina.

  1. Persiapan kolam

Kolam yang dibutuhkan untuk ikan nila bisa menggunakan kolam tanah, kolam semen, ataupun kolam terpal. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Untuk tingkat keasaman tanah, normalnya sekitar 7-8ph, apabila kolam terlalu asam, bisa dinetralkan dengan melakukan pengapuran. Kemudian diisi air sedalam 10-20 cm dan diamkan selama 3 sampai 5 hari. Setelah itu kolam baru diisi lagi sampai kedalaman 60-70 cm.

  1. Penebaran benih

Setelah kolam siap, langkah selanjutnya adalah penebaran benih. Untuk banyaknya benih yang disebar idealnya adalah sebanyak 15-30 ekor/m2 dengan asumsi benih 10-20 gr/ekor dan akan dipanen ketika 300 gr/ekor. Namun sebelum dilakukan penebaran, dilakukan adaptasi terlebih dahulu yaitu dengan menaruh bibit ikan di dalam ember yang kemudian dimasukan kedalam kolam sekitar 5-10 menit. Kemudian perlahan miringkan ember tersebut sampai benih tertuang semua.

  1. Perawatan

a. Pengelolaan air

Air yang baik untuk budidaya ikan nila diukur berdasarkan kandungan oksigen dan ph air atau kandungan CO2,NH3 dan H2S bila mungkin. Apabila air berbau busuk, ganti 1/3 air kolam dengan air yang baru.

b. Pemberian pakan

Ikan nila diberi pakan yang mengandung protein sebanyak 20-30%. Ikan nila butuh pakan sebanyak 3% dari bobot tubuh setiap harinya. Untuk pemberian pakan, dilakukan saat pagi dan sore. Dan tiap 2 minggu sekali ambil sampel ikan dan timbang untuk mengontrol apakah pemberian pakan sudah sesuai apa belum.

Perhitungan dosis pakan budidaya ikan nila:
Dalam satu kolam terdapat 1500 ekor ikan nila berukuran 10-20 gram/ekor.
Rata-rata bobot ikan → (10+20)/2 = 15 gram/ekor.
Perhitungan pakannya → 15 x 1500 x 3% = 675 gram = 6,75 kg per hari
Cek bobot ikan setiap dua minggu untuk menyesuaikan jumlah pakan.

c. Pngendalian hama dan penyakit

Ikan nila termasuk jenis ikan yang bandel, artinya ikan nila mempunyai daya tahan tubuh yang bagus terhadap virus dan penyakit. Namun apabila dalam koloni yang besar, tentu tetap memungkinkan ikan terkena penyakit.

  1. Panen

Untuk pemanenan, ikan nila idealnya menyesuaikan kebutuhan pasar. Ukuran pasar domestik berkisar 300-500 gr/ekor. Sedangkan lamanya pembudidayaanya untuk 10-20 gr hingga 300-500 gr butuh waktu sekitar 4-6 bulan.

 

Tags: #perikanan