Cara Dan Teknik Budidaya Mahkota Dewa Secara Baik Dan Benar

Ilmupetani – Teknologi budidaya mahkota dewa secara intensif hingga saat ini belum ada. Hal ini disebabkan keberadaannya belum dikenal secara luas oleh masyarakat. Namun, secara umum mahkota dewa dapat dibudidayakan dengan mudah dan dapat tumbuh baik di daerah dataran rendah hingga dataran tinggi, yaitu pada ketinggian 10-1.200 mdpl. Hanya saja pertumbuhan terbaik akan dicapai bila tanaman ditanam pada ketinggian 10-1.000 mdpl.

mahkota dewa

gambar buah mahkota dewa yang sudah merah

Lokasi pembudidayaan mahkota dewa sebaiknya di daerah yang jauh dari polusi. Hal ini dilakukan agar tanaman tidak tercemar oleh unsur-unsur polutan berupa logam berat seperti timbal (Pb), air raksa (Hg), arsen (As), tembaga (Cu), dan seng (Zn).

Dalam budi daya mahkota dewa, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar terhindar dari risiko yang tidak diinginkan, yaitu persiapan dan pengolahan lahan, pengadaan bibit, penanaman, dan perawatan tanaman.

[artikel number=3 tag=”buah-dan-tumbuhan” ]

Langkah-langkah Budidaya Mahkota Dewa

Persiapan Lahan Mahkota Dewa

Tanaman mahkota dewa dapat ditanam di lahan persawahan, ladang ataupun daerah hutan. Persiapan lahan ini sebenarnya tidak lah terlalu sulit. Langkah awal yaitu dengan membersihkan lahan dari semak belukar yang bersifat parasit bagi pertumbuhan tanaman mahkota dewa itu sendiri.

Setelah lahan berhasil di bersihkan, maka langkah selanjutnya adalah menerapkan sistem pengolahan lahan. Dalam pengolahan lahan ini harus diperhatikan kondisi laspisan tanah. lapisan tanah atas (topsoil) dan humus sedapat mungkin tidak hilang atau rusak karena tersimpan zat-zat yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhannya. Bila pengolahan tanah dilakukan tanpa memperhatikan kondisi lapisan tanahnya maka pertumbuhan tanaman tidak berlangsung sesuai yang diharapkan.Sebagai tanaman keras, penanaman mahkota dewa membutuhkan lubang tanam.

Lubang tanam digali menggunakan cangkul dengan ukuran lubang 30 cm x 30 cm x 30 cm. Tanah galian ditumpuk terpisah antara tanah lapisan atas (topsoil) dan tanah lapisan bawah (subsoil). Lubang ini dibiarkan terbuka selama minimal seminggu agar terkena udara luar, Sinar matahari, dan hujan. Tidak seperti pada pembudidayaan tanaman umumnya, lahan penanaman mahkota dewa tidak memerlukan pembuatan guludan dan saluran irigasi. Namun, bila tanahnya berdrainase buruk, guludan dan saluran irigasi sangat diperlukan.

Pengadaan Bibit Mahkota Dewa

Salah satu aspek penting dalam budi daya mahkota dewa adalah penyiapan bibit. Bibit yang baik akan memberikan hasil yang baik pula selain didukung oleh faktor lain.

Dalam budi daya mahkota dewa, ada dua jenis bibit yang dapat digunakan, yaitu bibit dali fase generatif dan bibit dari fase vegetatif. Bibit generatif merupakan bibit yang diperoleh dari hasil penyemaian biji mahkota dewa. Sementara bibit vegetatif merupakan bibit diperoleh dengan cara pembiakan bagian organ tanaman, seperti setek dan cangkok.

Bibit generatif maupun vegetatif ini dapat diperoleh melalui pembuatan sendiri ataupun dari pembelian langsung di penangkar atau pengusaha bibit mahkota dewa.

Penanaman Mahkota Dewa

Pembudidayaan mahkota dewa secara serius atau intensif hingga saat ini memang belum banyak dilakukan orang. Umumnya mahkota dewa ini ditanam di pekarangan atau halaman rumah, kebun, dan pot. Sebenarnya penanaman mahkota dewa tidak tergantung pada musim. Akan tetapi, sebaiknya penanaman dilakukan di awal musim penghujan agar tanaman cepat tumbuh dan beradaptasi dengan lingkungan.

Perawatan Mahkota Dewa

Setelah anda menanam mahkota dewa maka hal yang harus diperhatikan adalah perawatannya agar bisa menghasilkan hasil panen yang baik. Dalam perawatan ini meliputi penyiraman, penyiangan, penanguhan hama dan penyakit. Setelah hal itu berjalan dengan baik maka mahkota dewa akan tumbuh dengan baik dan siap panen setelah matang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *